Friday, August 28, 2015

Bila Angan Menjadi Nyata

Saat retina fokus pada bukan milik dia
Perlahannya kerlipan mata tidak sengaja
Medulla Oblongata mula terbayang cita-cita
Berangan yang itu akan jadi milik dia
Dia mula usaha bagai esok tiada

Tapi...
Bila diberi angan menjadi nyata
Pilihan diberi harus dijaga
Yang lain harus juga merasa
Jika bukan untuk semua
Tiada besar, asal kecil tidak mengapa
Jangan ada tamak haloba

Puas manusia tidak pernah ada
dengki dan dendam setiap masa
Bila dugaan datang tidak diduga
Dia mula mengeluh, berdekad lamanya
Salahkan takdir, salahkan karma

Sedangkan masa, tidak dia luang
Sedangkan Iman, dia selalu goyang
Tinggalkan zikir tinggalkan sembahyang
Diberi kanan diberi kiri banyaknya ruang
Dia mula lupa jasa setiap seorang
Lupakan pada si pemberi peluang

Dahulu berharta, sekarang papa
Dahulu tebal, sekarang tiada apa mahu dikira
Dahulu bergaya, sekarang robek merata-rata
Dahulu berkereta, sekarang berjalan saja
Dahulu Pavillion, Bukit Bintang dia punya
Sekarang Petaling Street pun mampu tiada
Dahulu peminta ditolaknya dia,
Sekarang dia merasa benda yang sama

Kalau begitu sebenarnya angan
Tidak akan dia, minta jadi nyata
Tidak akan dia, berkira-kira
Tidak akan dia, angkuh sombong orang kaya
Tidak akan dia, menjadi mudah lupa
Pada yang satu, yang Maha Esa

Nukilan SheraIdris :)

No comments:

Post a Comment

Thanks for Comment :)
Really Appreciated that..